Seminar Nasional How to be Great Teacher WALI KOTA SORONG: GURU TETAP JADI KUNCI MEMBANGUN SDM DI ERA TEKNOLOGI
Diskominfo Kota SorongRabu, 9 September 2026 15:46:48 3 menit
Kota Sorong - Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA, menegaskan, guru memiliki peran penting dalam membangun peradaban dan sumber daya manusia (SDM), meskipun perkembangan digitalisasi dan teknologi semakin pesat. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pendidikan, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter manusia. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Nasional How to Be a Great Teacher yang digelar KNPI Kota Sorong bersama Teacher Preneur di Gedung Lambert Jitmau, Rabu (9/9/2026) pagi.
“Guru memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun peradaban dan sumber daya manusia. Teknologi boleh berkembang, tetapi dalam membentuk karakter manusia tetap membutuhkan guru,” tegasnya.
Dikatakan Wali Kota, perkembangan zaman yang cepat menuntut pemerintah, ASN, kepala sekolah dan guru untuk terus belajar, berinovasi serta menyesuaikan diri dengan perubahan. Karena itu, seminar yang menghadirkan motivator muda Syafii Effendi, M.M., diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi para peserta untuk mengembangkan pendidikan di Kota Sorong.
Pentingnya pendidikan dan kualitas SDM, kata Wali Kota, dapat dilihat dari pengalaman sejumlah negara. Dicontohnya Singapura yang memiliki wilayah sekitar 536 kilometer persegi dan tidak memiliki sumber daya alam besar, tetapi secara konsisten membangun pendidikan dan SDM selama puluhan tahun, hingga berkembang menjadi negara berteknologi tinggi di Asia Tenggara.
Wali Kota juga mencontohkan Jepang yang mengalami kehancuran akibat perang dan pengeboman pada 1945. Dalam membangun kembali negaranya, Jepang memberikan perhatian terhadap guru dan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan SDM.
“Singapura dan Jepang menunjukkan bahwa pendidikan dan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci penting dalam membangun sebuah Negara,” urainya.
Dalam konteks Kota Sorong, Wali Kota mengatakan Pemerintah Kota telah menerapkan kebijakan sekolah gratis untuk mengurangi beban masyarakat terhadap biaya pendidikan. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut belum cukup untuk menjamin peningkatan kualitas SDM.
“Sekolah gratis belum cukup. Itu baru salah satu bagian dari upaya kita memperbaiki pendidikan. Kita masih harus mencari berbagai cara untuk mengembangkan pendidikan di Kota Sorong,” tandasnya.
Karena itu, ia mendorong pengembangan pendidikan melalui berbagai inovasi, baik pendidikan formal maupun nonformal. Para guru diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar tetap mampu memberikan pendidikan yang berkualitas.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada KNPI Jakarta dan DPD KNPI Kota Sorong, atas kolaborasi penyelenggaraan seminar tersebut. Harapannya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi memberikan inspirasi dan wawasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan di Kota Sorong.
Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Yuliana Kirihio, S.AN., M.M., serta para kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru.