KAPOLDA PBD TEGASKAN KOMITMEN LESTARIKAN BUDAYA PAPUA LEWAT LOMBA YOSPAN
Diskominfo Kota SorongSenin, 22 Juni 2026 17:07:42 3 menit
Kota Sorong - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong, James Burung, S.Sos., M.M., menghadiri Lomba Tari Yospan tingkat anak-anak dan remaja di bawah usia 15 tahun, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, yang dibuka Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.P.A. Pada kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan komitmen Polda Papua Barat Daya untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Papua. Kegiatan yang diikuti peserta dari sekolah dasar dan sanggar seni ini digelar di Gedung Lambert Jitmau, Sabtu (20/6/2026).
“Polda Papua Barat Daya berkomitmen untuk selalu menjaga dan melestarikan apa yang menjadi nilai-nilai kearifan lokal tersebut. Kalau tidak kita siapa lagi,” kata Brigjen Pol. Gatot Haribowo.
Menurutnya, Tari Yospan sebagai tradisi muda-mudi Papua perlu terus dijaga di tengah masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar. Budaya lokal memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antargenerasi dan menjadi identitas masyarakat Papua.
“Dengan gencarnya pengaruh budaya dari luar, tentu ada yang positif, tetapi yang negatif juga tidak sedikit. Karena itu, kita tetap akan mempertahankan kearifan budaya lokal yang dapat menjembatani kaum muda, anak-anak hingga orang tua,” ujarnya.
Kapolda juga mengapresiasi semangat panitia yang tetap menggelar perlombaan meski jumlah peserta belum maksimal, karena bertepatan dengan masa libur sekolah. Harapannya, para peserta mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang dan kalah itu hal yang biasa. Ini menjadi ajang untuk mengukur sampai sejauh mana keterampilan yang dimiliki dalam tarian Yospan sudah dapat dikuasai dengan baik,” katanya.
Di waktu sebelumnya, Ketua Panitia Lomba, AKBP Eddward M. Pandjaitan, S.I.K., M.H., mengatakan perlombaan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang diselenggarakan Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Papua Barat Daya.
“Melalui perlombaan ini kami berharap budaya luhur tersebut dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ketua Panitia.
Dijelaskannya, Tari Yospan merupakan warisan budaya masyarakat Papua yang sarat dengan nilai persaudaraan, persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Karena itu, perlombaan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan Polri dan masyarakat melalui pendekatan budaya serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat dan kecintaan terhadap seni budaya Papua.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan serta menjaga eksistensi Tari Yospan sebagai identitas budaya Papua sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sanggar seni, pelajar, masyarakat, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam semangat persatuan dan kebersamaan,” katanya.
Kegiatan yang digelar selama satu hari itu diikuti peserta dari sanggar seni dan pelajar di Kota Sorong yang berusia maksimal 15 tahun. Selain dihadiri unsur pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Papua Barat Daya untuk memperkuat pelestarian budaya Papua dan sinergi dengan masyarakat. (Diskominfo Kota Sorong)