DEKRANASDA KOTA SORONG GELAR PELATIHAN OLAHAN SUKUN DAN ABON IKAN
Diskominfo Kota SorongKamis, 5 November 2026 15:25:14 3 menit
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong menggelar dua kegiatan pelatihan sekaligus, yakni pelatihan diversifikasi pangan lokal stik sukun mentega serta pelatihan pengelolaan dan pengembangan usaha industri kecil pembuatan abon ikan , (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Rilich Panorama ini diikuti 100 peserta. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan pembuatan stik sukun mentega, sementara 50 peserta lainnya mengikuti pelatihan pembuatan abon ikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.K.M., M.A.P., bersama Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut memiliki arti penting dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, kreativitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberi pelatihan ataupun memberi keterampilan, tetapi juga tentang memberi kesempatan, memberi kepercayaan, memberi pengetahuan dan memberi ruang kepada perempuan-perempuan untuk mengembangkan talenta mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui kreativitas dan inovasi yang didukung keterampilan yang tepat, bahan pangan lokal seperti sukun dan ikan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta peluang ekonomi yang lebih besar. Menurutnya, pelatihan pembuatan stik sukun juga diharapkan dapat mendorong mama-mama Papua untuk melihat sukun sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, tidak hanya dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus. “Kita ingin mendorong mama-mama Papua agar mereka mampu melihat bahwa sukun punya bentuk yang lain, bukan hanya direbus dan dikukus,” katanya.
Jemima berharap, pelatihan yang dilaksanakan selama beberapa hari tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan peserta dalam menghasilkan produk, tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai mutu, keamanan pangan serta pentingnya membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan sukun merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan inovatif dan memiliki daya saing. Ia juga menilai potensi perikanan yang dimiliki Kota Sorong dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk pengolahan, salah satunya menjadi abon ikan.
“Pengolahan ikan menjadi abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk perikanan yang dapat memperpanjang daya simpan, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Wali Kota.
Wali Kota berharap para peserta mampu mengembangkan keterampilan dalam mengolah sukun dan ikan menjadi produk yang berkualitas, higienis, inovatif dan memiliki daya saing. Selain kemampuan produksi, menurutnya, para peserta juga perlu memahami pengelolaan usaha dan strategi pemasaran yang baik agar produk stik sukun mentega dan abon ikan dapat berkembang menjadi produk unggulan lokal.
Dengan demikian, pengembangan produk olahan pangan lokal diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kota Sorong.