WALI KOTA SORONG: KADER KELUARGA BERPERAN MENYIAPKAN GENERASI PAPUA YANG CERDAS DAN SEHAT

Diskominfo Kota Sorong Senin, 6 Juli 2026 15:34:02 3 menit
6a4b4c5a291be.jpeg

Kota Sorong - Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., menegaskan bahwa keberhasilan menyiapkan generasi emas Papua ditentukan dari peran keluarga, terutama para ibu dan kader ketahanan keluarga dalam memastikan anak-anak memperoleh pola asuh serta asupan gizi yang baik sejak dini. Penegasan itu disampaikan pada saat membuka Orientasi/Pelatihan Teknis Pelaksana Kader Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (BKB, BKR, BKL, PPKS, PIK-R dan UPPKA) Kota Sorong Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Senin (6/7/2026) pagi.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas kader, agar mampu mendampingi keluarga sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia Papua yang unggul.

"Di tangan ibu-ibu inilah kita siapkan generasi emas Papua. Orang asli Papua harus cerdas dan pintar. Itu dimulai dari keluarga, dari makanan bergizi yang diberikan kepada anak-anak agar mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kelak mampu mengangkat harga diri orang Papua," ujar Wali Kota.

Pendidikan dan pemenuhan gizi, sambungnya,  menjadi investasi jangka panjang yang harus dimulai dari rumah tangga. Oleh karena itu, para kader diharapkan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk mendampingi keluarga dalam mengasuh anak, memperbaiki pola konsumsi, serta memanfaatkan bahan pangan lokal yang bergizi.

"Ikuti pelatihan ini dengan baik supaya memiliki bekal untuk mengasuh anak-anak, memberikan makanan bergizi dari bahan-bahan lokal, sehingga mereka tumbuh sehat, pintar, dan dapat menjadi pemimpin masa depan Papua," tandas Wali Kota.

Selain pembangunan sumber daya manusia, ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan Kota Sorong sebagai rumah bersama. Menurut Wali Kota, kebersihan kota mencerminkan jati diri masyarakat dan menjadi kesan pertama bagi setiap orang yang datang ke Kota Sorong.

"Kota Sorong ini rumah kita. Rumah harus bersih, tidak boleh kotor, tidak boleh ada banjir dan sampah. Kalau kota kita bersih, orang yang datang akan melihat bahwa masyarakatnya memiliki jati diri dan martabat," tegasnya.

Di waktu sebelumnya, Ketua Panitia, Benselina Malibela, S.E., mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, mencegah stunting, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

"Pelatihan teknis pelaksana kader ketahanan dan kesejahteraan keluarga merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mencegah stunting, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, khususnya Orang Asli Papua," ujar Ketua Panitia.

Dijelaskan, kegiatan yang berlangsung pada 6 - 7 Juli 2026 itu diikuti 302 kader, meliputi kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Pelaksanaan kegiatan didanai melalui Dana Otonomi Khusus 1 persen Tahun Anggaran 2026. (Diskominfo Kota Sorong)

 

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;