Plt. Sekda Kota Sorong: ANDALALIN Kunci Pembangunan Pasar Remu Bebas Kemacetan
Diskominfo Kota SorongSelasa, 16 Desember 2025 02:59:29 3 menit
KOTA SORONG – Pemerintah Kota Sorong secara resmi memulai kegiatan Penyusunan Dokumen Hasil Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) pembangunan Pasar Remu. Acara pembukaan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan ini berlangsung di Vega Hotel dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Dinas P2LH, perwakilan Pedagang Pasar, Konsultan pelaksana, serta tamu hadirin lainnya. Selasa, (16/12/2025)
Mewakili Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ruddy R. Laku menyampaikan pesan tegas mengenai prioritas pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa melalui program Wali Kota, Pemerintah Kota Sorong berupaya menyiapkan sarana dan memberdayakan masyarakat, khususnya pedagang pasar, untuk peningkatan ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa tujuan ekonomi tersebut tidak boleh dicapai dengan melanggar ketentuan yang berlaku.
"Semua aturan yang menjadi perhatian, itu harus menjadi perhatian kita semua. Sehingga program pembangunan pasar ini menjadi penting, tapi tidak melanggar aturan yang berlaku," tegas Plt. Sekda.
Plt. Sekda juga mendorong agar segala persiapan administrasi dan relokasi dapat diselesaikan pada tahun 2025 ini, agar pembangunan pasar, yang direncanakan bersifat tahun jamak, dapat dimulai pada tahun 2026 dengan ketepatan waktu pada setiap terminnya. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan akan merugikan pedagang karena semakin lama mereka berada di luar area pasar, semakin pusing mereka menghadapi ketidakpastian.
Mengenai urgensi ANDALALIN, Plt. Sekda secara jujur menyoroti kondisi lalu lintas Pasar Remu saat ini yang kerap semrawut.
"Pasar yang padat nanti, pasti lalu lintas juga akan padat. Nah, sehingga ini harus diatur dengan baik supaya tidak terjadi [kemacetan]. ANDALALIN ini harus diselesaikan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang menghambat mobilisasi orang datang ke pasar," jelasnya.
Dalam arahannya, Plt. Sekda berharap konsultan dapat menyusun dokumen kajian ini dengan komprehensif dan detail, serta memberikan rekomendasi yang detail dan masuk akal, sehingga dapat dipatuhi oleh Pemerintah Daerah demi kelancaran transportasi di Pasar Remu pasca-pembangunan.
Ia juga menekankan dampak ekonomi dari transportasi yang tidak teratur.
"Ini juga dampaknya kepada pedagang nanti, kalau transportasinya semrawut, orang jadi malas ke Pasar Remu, jadi pedagang yang berjualan di situ pembelinya berkurang," ujarnya.
Untuk itu, ia meminta semua peserta memberikan masukan berdasarkan pengalaman masing-masing untuk melengkapi dokumen agar menjadi berguna dan preventif.
Menutup sambutannya, Plt. Sekda meminta Dinas Perhubungan untuk mengawal pekerjaan konsultan ini agar menghasilkan dokumen yang valid dan dapat diimplementasikan.
Ia turut menginformasikan upaya Pemkot Sorong dalam mempermudah akses, yaitu dengan pengajuan peminjaman lahan sepanjang tiga meter di sebelah (eks) Transmigrasi untuk pelebaran jalan menuju pasar, guna mempermudah akses yang saat ini tergolong sempit.
Mengakhiri acara, Plt. Sekda Ruddy R. Laku secara resmi menyatakan kegiatan Penyusunan Dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pasar Remu di Kota Sorong dibuka. (Dinas Kominfo Kota Sorong).