PELATIHAN KERAJINAN MANIK-MANIK RESMI DIBUKA, DORONG UMKM KOTA SORONG LEBIH KOMPETITIF

Diskominfo Kota Sorong Rabu, 1 April 2026 15:13:18 2 menit
69ccb77f07f33.jpeg

Kota Sorong — Pemerintah Kota Sorong melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong resmi membuka kegiatan Pengelolaan Pengembangan Usaha Industri Kecil kerajinan tangan berbahan manik-manik, yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Selasa (31/3/2026).


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA., didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajudin, S.T., M.M. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Sorong, Eduard Jitmau, S.E., Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat, S.KM., M.AP., pimpinan OPD, para narasumber, serta 50 peserta pelatihan.


Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Kota Sorong atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor industri kecil dan kreatif.


“Kerajinan tangan berbasis manik-manik memiliki potensi besar, baik dari sisi kreativitas, nilai ekonomi, maupun sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Saya berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan, inovasi, serta daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sorong akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran, agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.


Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya para pengrajin perempuan.


Menurutnya, kerajinan manik-manik merupakan salah satu warisan budaya khas Papua yang memiliki nilai seni tinggi dan potensi ekonomi yang besar. Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, produk-produk tersebut diharapkan memiliki keunikan tersendiri dan mampu bersaing dengan kerajinan dari daerah lain.


“Kegiatan ini tidak hanya untuk menambah keterampilan, tetapi juga menjadi modal awal bagi peserta dalam mengembangkan usaha, baik secara mandiri maupun kelompok, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.


Sebagai penutup rangkaian acara pembukaan, dilakukan pemukulan tifa sebagai tanda resmi dimulainya pelatihan. Wali Kota Sorong juga menyematkan tanda pengenal kepada peserta serta menyerahkan bantuan berupa satu unit etalase sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peserta pelatihan.

(DISKOMINFO KOTA SORONG)

 

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;