KADIS KESEHATAN KOTA SORONG: PENEMUAN DINI KUSTA CEGAH KECACATAN DAN PUTUS PENULARAN

Diskominfo Kota Sorong Selasa, 22 September 2026 13:18:12 2 menit
6ab201845f309.jpeg

KOTA SORONG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi, S.K.M., M.A.P., menegaskan pentingnya penemuan kasus kusta sedini mungkin untuk mencegah kecacatan, sekaligus memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan OJT Active Case Finding (ACF) dan Kemoprofilaksis Kusta bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas se Kota Sorong, yang digelar Dinas Kesehatan Kota Sorong bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI di Gedung Lambert Jitmau, Selasa (22/9/2026) pagi.

Menurutnya, upaya pengendalian kusta tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi harus dilakukan secara aktif dengan mendatangi masyarakat dan melakukan pemeriksaan kontak.

Kata Kadis Kesehatan, kusta masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama. Selain persoalan medis, kusta juga berkaitan dengan stigma, keterlambatan penemuan kasus dan keterlambatan pengobatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kecacatan.

"Kegiatan ACF yang dilaksanakan pagi ini merupakan salah satu strategi penting dalam memutus mata rantai penularan kusta," jelas Kadis.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan dan kader diminta aktif melakukan penelusuran kontak, pemeriksaan tanda dan gejala kusta, memberikan edukasi kepada keluarga serta memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti. Hasil skrining juga harus dilanjutkan dengan pencatatan dan pelaporan, rujukan bagi suspek, pengobatan bagi kasus terkonfirmasi dan kemoprofilaksis bagi kontak yang memenuhi persyaratan.

Disebutkan, Kota Sorong merupakan salah satu dari 12 kabupaten/kota prioritas percepatan eliminasi kusta tahun 2026. Berdasarkan dokumen kegiatan, terdapat 1.020 kasus pada periode 2021-2025 dengan estimasi 20.400 kontak yang menjadi sasaran penelusuran.

Ia meminta tenaga kesehatan dan kader menjalankan kegiatan lapangan dengan pendekatan humanis dan persuasif, menjaga privasi masyarakat serta menghindari stigma dan diskriminasi terhadap penderita maupun keluarganya.

"Kusta dapat disembuhkan. Kusta bukan sesuatu yang harus kita takuti ataupun menjadi alasan untuk mengucilkan seseorang," ujar Kadis Kesehatan.

Dirinya juga meminta kepala puskesmas menindaklanjuti hasil kegiatan melalui pembentukan tim pelaksana bersama kader, penyusunan data sasaran, kesiapan logistik, kunjungan lapangan dan pemantauan hasil. Kolaborasi juga perlu diperkuat dengan pemerintah distrik atau kampung, tokoh masyarakat dan keluarga.

Diharapkan, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dan kader dalam mengenali tanda kusta, melakukan pemeriksaan sesuai prosedur, menentukan sasaran ACF, berkomunikasi dengan masyarakat serta melakukan pencatatan dan pelaporan secara lengkap dan tepat waktu.

"Menemukan kusta lebih awal berarti mencegah kecacatan, memutus penularan, dan melindungi keluarga serta masyarakat," pungkasnya diakhir sambutan. 

(Diskominfo Kota Sorong)

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;