Zoom Meeting, Rakor Sertifikasi Halal Sekaligus Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Editor Senin, 10 Maret 2025 04:09:22 3 menit
1pkNI3bfAnf3x9uFaoXFDOJk399pxiCu9q0LEpDh.jpg

Wali kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA, dalam hal ini diwakilkan oleh H. Thamrin Tajuddin, S.T., MM., selaku Asisten Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong mengikuti Zoom Meeting Rakor Akselerasi Sertifikasi Produk Halal, dan dilanjutkan denvan Rakor Pengendalian Inflasi Daerah. Ruang Rapat Wali Kota, Lt.II, Kantor Wali Kota sorong. Selasa, (4/3/2024).

Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., selaku Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, didampingi juga oleh Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir M.Si, selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, membuka sekaligus memimpin Dua Rakor pada hari ini.

Sesuai dengan PP No. 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal yang ditetapkan pada 17 Oktober 2024, terdapat 4 Poin penting yakni, :
1. Pengaturan mengenai lingkup kegiatan dan kompetensi Lembaga lingkup untuk Pemeriksa Halal
2. Pengaturan pencabutan registrasi Auditor Halal
3. Pengaturan mengenai implementasi pemeriksaan sistem jaminan produk halal (SJPH) bentuk bebagai mekanisme penjaminan kehalalan Produk yang telah bersertifikat halal pasca diberlakukannya masa berlaku sertifikat halal seumur hidup Sertifikat halal survelains (mekanisme) 4 tahun sekali, untuk Pelaku Usaha mikro dan kecil berbasis risiko dan untuk Pelaku Usaha menengah dan besar diwajibkan seluruhnya)
4. Pembagian tugas dan tanggung jawab Penyelia Halal khususnya penyelia halal pada pelaku usaha mikro dan kecil dengan pernyataan halal.

Indonesia menjadi Negara dengan jumlah Penduduk Muslim terbanyak (Juta Jiwa) di Dunia, yakni sebanyak 242.7. Sebanyak 87,2% masyarakat Indonesia lebih memilih produk halal, sehingga, Indonesia juga menjadi Negara Konsumen Makanan Halal Ke-1di dunia.

Maka dari itu, Sertifikasi Halal tidak hanya memberikan jaminan kualitas dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip agama, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun internasional. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, yang semakin memperhatikan aspek halal dalam konsumsi produk. Dengan demikian, permintaan terhadap produk halal Indonesia akan meningkat, berpotensi mendongkrak sektor ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Rakor Sertifikasi Halal dilanjutkan dengan Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, dipimpin juga oleh Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., selaku Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, didampingi juga oleh Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir M.Si, selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri.

Tren Tingkat Inflasi Indonesia Perkembangan Inflasi Nasional Per Februari 2025, Inflasi Tahun ke Tahun (Februari 2025 Terhadap Februari 2024) sebesar -0,09%. Kemudian, Inflasi Bulan ke Bulan (Februari 2025 Terhadap Januari 2025) sebesar -0,48%.

Adapun Tinjauan Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga, Minggu Ke-4 Februari 2025, Tingkat Inflasi Februari 2025 Menurut Komponen (m-to-m), Komponen inti mengalami inflasi sedangkan bergejolak dan harga diatur pemerintah mengalami deflasi.

Komponen Inti mengalami inflasi sebesar
0,25% dengan andil inflasi sebesar 0,16%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan, kopi bubuk, dan mobil. Komponen Harga Diatur Pemerintah mengalami deflasi sebesar 2,65% dengan andil deflasi sebesar 0,48%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi komponen diatur Pemerintah adalah tarif listrik. Komponen Bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,93% dengan andil deflasi sebesar 0,16%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi komponen bergejolak adalah daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras.

Februari 2025 Kembali Terjadi Deflasi,  Perkembangan Inflasi 2021-2025 (m-to-m, %) Kembali terjadi deflasi pada Februari 2025, yang utamanya disumbang oleh Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga, juga Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

 

Berdasarkan historis lima tahun terakhir, tingkat inflasi Februari lebih rendah dibandingkan Januari pada 2021-2023. Sedangkan, pada 2024, tingkat inflasi Februari lebih tinggi dibandingkan Januari.
Selanjutnya, Hal yang berbeda terjadi pada 2025, deflasi pada Februari 2025 sebesar 0,48%, tidak sedalam deflasi Januari 2025. Kemudian, Komoditas Utama Penyebab Deflasi Februari 2025 adalah komoditas tarif listrik, daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras. (Diskominfo Kota Sorong).

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;