Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah (11/8/2025)
Diskominfo Kota SorongSenin, 11 Agustus 2025 06:10:05 3 menit
Fauji Fattah, S.STP., M. Si, selaku Kepala Dinas Sosial Kota Sorong bersama Milan Eugene Florence Latumeten, S. STP, selaku Kabag Perekda Kota Sorong dan James Burung, S. Sos., MM, selaku Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong beserta Pimpinan OPD yang mewakili, hadir pada kegiatan Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah. Ruang Anggrek, Kantor Wali Kota Sorong. Senin, (11/8/2025).
Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., selaku Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, membuka sekaligus memimpin Rapat Inflasi Daerah pada hari ini. Rapat tersebut membahas perkembangan inflasi nasional dan langkah pengendalian harga di daerah.
Indonesia menempati peringkat kedelapan dunia sebagai negara dengan kebocoran data terbesar periode Januari 2020–Januari 2024, dengan estimasi 94,22 juta akun digital bocor. Laporan Surfshark mencatat total 3,96 miliar akun terdampak secara global di 250 negara.
Sektor administrasi pemerintahan menjadi yang paling rentan, dengan 186 insiden siber terdeteksi pada 2023. Jenis serangan siber terbanyak adalah peretasan (86 kasus), situs tak bisa diakses (52 kasus), dan penggandaan identitas.
Sebagai langkah mitigasi, Presiden Prabowo memerintahkan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh instansi pemerintah, dengan target realisasi pada 2025.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga melaporkan lonjakan signifikan anomali trafik nasional, mencapai 3,64 miliar pada Januari–Juli 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Langkah cepat pembentukan TTIS dan peningkatan kapasitas SDM diharapkan dapat menekan risiko insiden siber dan melindungi data publik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia pada Juli 2025 sebesar 2,37 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,87 persen. Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat 0,30 persen, lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 0,19 persen.
Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama pendorong inflasi Juli 2025, dengan inflasi sebesar 3,75 persen (y-on-y) dan andil 1,08 persen terhadap inflasi umum. Secara bulanan, kelompok ini mengalami inflasi 0,74 persen dengan andil 0,22 persen.
Komoditas yang paling berpengaruh dalam kelompok pangan antara lain beras, tomat, bawang merah, dan cabai rawit, dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,06 persen, 0,05 persen, 0,05 persen, dan 0,04 persen.
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) M1 Agustus 2025 menunjukkan 16 provinsi mengalami kenaikan harga, sementara 21 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi stabil. Kenaikan tertinggi terjadi di Sumatera Utara (3,72 persen), diikuti Aceh (3,43 persen) dan Sumatera Barat (2,64 persen).
Komoditas penyumbang kenaikan harga di 16 provinsi tersebut didominasi oleh cabai merah, bawang merah, dan beras.
Di tingkat kabupaten/kota, tiga wilayah mencatat lonjakan IPH tertinggi pada M1 Agustus 2025, yaitu: 1. Kabupaten Humbang Hasundutan – naik 6,49 persen, dipicu oleh kenaikan harga beras (andil 2,1144 persen) dan bawang merah (1,8943 persen). 2. Kabupaten Tapanuli Selatan – naik 6,21 persen, didorong cabai merah (5,3532 persen) dan bawang merah (1,2783 persen). 3. Kabupaten Aceh Singkil – naik 5,33 persen, akibat cabai merah (2,2462 persen) dan bawang merah (1,8465 persen).
Harga rata-rata cabai merah di ketiga wilayah tersebut melonjak hingga menyentuh kisaran Rp38.200–Rp37.500/kg di awal Agustus. Sementara harga bawang merah menembus Rp54.500–Rp56.867/kg, dan beras premium berada di kisaran Rp14.938–Rp16.266/kg. (Diskominfo Kota Sorong)