WALI KOTA SORONG: PEMERINTAH TEGAS PERANGI MALARIA, TARGET ELIMINASI 2029
Diskominfo Kota SorongSelasa, 7 Oktober 2025 12:25:59 3 menit
Kota Sorong - Pemerintah Kota Sorong menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi malaria, dengan mencanangkan pembagian kelambu berinsektisida secara massal, yang dilakukan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA di Posyandu Bahagia, Jalan Gurami, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, pada Selasa (7/10/2025) pagi.
Hadir dalam kegiatan ini, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Sorong, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Jemima Elisabeth, S.K.M., M.A.P., Kepala Distrik dan Kepala Kelurahan se Kota Sorong, kepala-kepala Puskesmas, Pj. Malaria se Kota Sorong, Sekretaris TP. PKK Kota Sorong, para kader, baik kader malaria puskesmas Tanjung Kasuari dan Sorong Barat, serta kader posyandu Bahagia.
Dalam sambutannya Wali Kota mengatakan, Kota Sorong merupakan salah satu daerah endemis malaria dengan tren kasus yang masih meningkat. Jumlah kasus malaria yang semula sekitar 766 kasus, naik menjadi 1.749 kasus, lalu mencapai 3.831 dan 3.925 kasus, dan hingga bulan September 2025 ini telah tercatat lebih dari 2.818 kasus.
“Ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sorong, khususnya Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas, untuk memperkuat pelayanan dan menekan angka penyebaran malaria,” ujar Wali Kota.
Ditambahkan, secara geografis, Kota Sorong berada di wilayah rawa-rawa yang menjadi habitat ideal bagi nyamuk Anopheles, vektor utama malaria. Untuk itu, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan memiliki tiga kewajiban utama, yakni, merencanakan langkah pencegahan secara terukur, mendistribusikan kelambu berinsektisida secara berkala dan massal, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan kelambu yang benar dan efektif.
“Edukasi sangat penting agar kelambu digunakan sesuai fungsinya, bukan hanya satu kelambu untuk banyak orang. Petugas kesehatan juga harus aktif turun ke lapangan agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan tertular,” tegasnya.
Wali Kota juga menambahkan bahwa, langkah-langkah ini merupakan bukti komitmen nyata Pemkot Sorong dalam mendukung program nasional eliminasi malaria tahun 2029. Ditegaskannya, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta konsisten menggunakan kelambu.
Kasus Malaria Masih Tinggi, 2.818 Kasus Tercatat Hingga September 2025 Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, SKM, melaporkan, malaria masih menjadi masalah kesehatan utama di Provinsi Papua Barat Daya, termasuk Kota Sorong, yang terus menempati posisi teratas dalam 10 besar penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sorong, jumlah kasus positif malaria mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir, yaitu, tahun 2021: 766 kasus, 2022: 1.749 kasus, 2023: 3.831 kasus, 2024: 3.925 kasus, dan 2025 (hingga September): 2.818 kasus.
“Kasus tertinggi pada tahun 2025 tercatat di Kelurahan Tampa Garam (557 kasus), disusul Klawasi (247 kasus) dan Saoka (223 kasus),” rinci Kabid P2P.
Dijelaskannya, pemerintah menargetkan eliminasi malaria di Kota Sorong pada tahun 2029, setelah target sebelumnya pada tahun 2023 gagal akibat lonjakan kasus pada pertengahan 2022.
Program distribusi kelambu massal tahun 2025 ini dilaksanakan di tiga daerah dengan endemisitas tinggi, yaitu Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Tambrauw, dan Kota Sorong, dengan pendanaan melalui APBD Dinas Kesehatan Kota Sorong Tahun Anggaran 2025.
Tujuan utama program ini adalah melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk malaria dan menurunkan angka kesakitan dan kematian di wilayah endemis. Sasaran prioritasnya adalah ibu hamil, balita, dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
Selain distribusi kelambu, Dinas Kesehatan Kota Sorong juga melaksanakan berbagai kegiatan pengendalian malaria, antara lain penyemprotan dinding rumah (IRS), survei darah massal (MBS), larvasidasi, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan di tingkat rumah tangga.
Usai pencanangan, dilakukan penyerahan Kelambu Massal kepada perwakilan masyarakat yang diserahkan Wali Kota Sorong, Plt. Kadis Kesehatan Kota Sorong, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Riduan Gultom, dan Plt. Kepala DP3A Kota Sorong, Yulinda Mosso, S.E. Kegiatan ini diakhiri dengan pemeriksaaan Kesehatan kepada balita. (Diskominfo Kota Sorong)