Semina Kesejatan Remaja, SEKDA KOTA SORONG TEKANKAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN ADAPTASI TEKNOLOGI BAGI SISWA SMK

Diskominfo Kota Sorong Minggu, 8 Februari 2026 19:19:59 3 menit
69887f6f5a539.jpeg

𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐒𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 - Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi., M.M, menegaskan, kecerdasan tanpa karakter berpotensi menjadi ancaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi, sehingga pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama di sekolah kejuruan. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Kesehatan Remaja dalam rangka HUT ke-55 SMK Negeri 1 Kota Sorong, yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Sabtu (7/2/2026) pagi.

Disebutkan, usia SMK Negeri 1 Kota Sorong yang telah mencapai 55 tahun, menjadi bukti kontribusi sekolah tersebut dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing. Ia mengapresiasi peran guru dalam membangun kecerdasan, inovasi, dan karakter siswa, yang dibuktikan dengan banyaknya alumni yang berkiprah di berbagai sektor.

β€œSMK ini sudah melahirkan alumni yang bekerja di berbagai bidang, baik di daerah maupun tingkat nasional,” ujarnya.

Namun demikian, tegas Sekda, capaian akademik saja tidak cukup. Menurutnya, perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat, menuntut penguatan karakter agar kemampuan siswa tidak disalahgunakan.

β€œPintar tanpa karakter itu berbahaya. Saya tidak percaya Indonesia Emas 2045 bisa tercapai kalau siswanya hanya cerdas tapi tidak berkarakter,” tegas Sekda.

Dicontohnya, kemampuan di bidang elektronik dan komputer yang dapat menjadi ancaman, jika tidak diimbangi dengan nilai moral dan etika. Karena itu, Sekda mendorong sekolah untuk membangun disiplin dan etos kerja sejak dini.

β€œKarakter dibangun bertahun-tahun dengan disiplin yang kuat, bukan dalam waktu singkat,” katanya.

Sekda juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi. Dirinya meminta agar proses pembelajaran mengikuti perubahan zaman.

β€œJangan mentransfer pengetahuan dengan teknologi yang sudah tertinggal. Guru juga harus terus belajar,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan peran orang tua agar memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah dalam mendidik anak. Ia menilai reaksi berlebihan orang tua terhadap teguran guru justru dapat merusak proses pembentukan karakter siswa.

β€œGuru menegur bukan karena benci, tapi karena peduli. Kalau sudah percaya sekolah, biarkan guru mendidik,” tegasnya seraya menekankan bahwa kerja keras lebih menentukan masa depan dibandingkan kecerdasan semata.

β€œSiswa yang bekerja keras lebih hebat daripada siswa yang pintar tapi malas,” pungkas Sekda.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, Drs. Agustinus Hotman Ompusunggu, M.M, mengatakan, sekolah yang dipimpinnya telah meluluskan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

β€œAlumni kami ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua, bahkan ada yang menjadi dosen dan pejabat,” ungkapnya.

Dijelaskan Kepsek, SMK Negeri 1 saat ini memiliki sekitar 1.700 siswa dengan sembilan jurusan, termasuk teknik komputer, rekayasa perangkat lunak, geologi pertambangan, serta teknik perminyakan dan energi terbarukan. Sekolah, katanya, berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap kerja.

β€œKami kirim siswa praktik tidak hanya di Sorong, tetapi juga ke luar daerah seperti Manado, Bandung, bahkan ke Sumatera,” jelas Kepsek.

Ia juga menyinggung program sekolah gratis yang dicanangkan Pemerintah Kota Sorong, meski mengakui biaya praktik kejuruan masih menjadi tantangan.

β€œHarapan kami, ke depan biaya praktik SMK juga bisa ditanggung agar siswa tidak terbebani,” katanya.

Terkait seminar kesehatan remaja, Kepsek mengingatkan siswa untuk menjaga perilaku dan menjauhi rokok serta minuman keras.

β€œSiswa SMK Negeri 1 harus menunjukkan jati diri sebagai pelajar yang disiplin dan berkarakter,” tegasnya.

Seminar Kesehatan Remaja tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Sorong yang memaparkan materi tentang HIV/AIDS, meliputi cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya penerapan perilaku hidup sehat di kalangan remaja sebagai langkah menekan risiko penularan sejak usia sekolah.

Sementara itu, narasumber dari Polresta Sorong Kota menyampaikan materi Aspek Penegakan Hukum Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), termasuk bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba, serta sanksi hukum bagi pengedar maupun pengguna narkoba.

Kegiatan ini diikuti siswa SMK Negeri 1 Kota Sorong dan turut dihadiri para guru, Ketua Panitia dan panitia HUT ke-55 SMK Negeri 1, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau yang mewakili, perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, serta tamu undangan lainnya. (π‘«π’Šπ’”π’Œπ’π’Žπ’Šπ’π’‡π’ 𝑲𝒐𝒕𝒂 π‘Ίπ’π’“π’π’π’ˆ).

 

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;