PENYAMPAIAN LAPORAN PROGRAM KERJSAMA INTERVENSI PENANGANAN STUNTING MELALUI DUKUNGAN EKOSISTEM DIGITAL DI PAPUA BARAT DAYA
Diskominfo Kota SorongKamis, 4 Desember 2025 08:12:42 2 menit
Kota Sorong - Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA., yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sorong, James Burung, S.Sos., M.M., menghadiri acara Penyampaian Laporan Program Kerjasama Intervensi Penanganan Stunting Melalui Dukungan Ekosistem Digital Di Papua Barat Daya Sorong. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Graha Merah Putih Telkom. Kamis, (04/12/2025)
Dalam kegiatan tersebut General Manager Telkom Witel Papuq Barat Erick M. Tobing menjelaskan terkait profil Telkom dan program yang ada pada telkom serta salah satu program Kerjasama Intervensi Penanganan Stunting Melalui Dukungan Ekosistem Digital Di Papua Barat Daya menggunakan aplikasi Baby Pos karya dari siswa-siswi SMA Averos Sorong yang bekerjasama dengan beberapa Posyandu dan juga Telkom sebagai yang memberikan dana untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Aplikasi Baby Pos ini berguna bagi para kader-kader posyandu untuk mendata dan memantau perkembangan anak-anak sekaligus mencegah stunting. Dimana dengan adanya aplikasi Baby Pos diharapkan orang tua dapat membawa anak-anaknya ke Posyandu tanpa perlu membawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan bisa juga memantau perkembangan anak secara mandiri melalui aplikasi Baby Pos.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili oleh Asisten I Provinsi Papua Barat Daya Suardi Thamal yang mengatakan melalui ekosistem digital yang dikembangkan diharapkan dapat mencatat beberapa hal penting antara lain, peningkatan pencatatan dan pelaporan data stunting secara real time, penguatan pemantauan tumbuh kembang anak melalui aplikasi dan alat digital yang mudah digunakan, integrasi layanan kesehatan gizi Ibu dan anak serta edukasi ke keluarga melalui satu alur yang lebih efektif dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader melalui pelatihan digital dan sistem pembelajaran. Keberhasilan yang disampaikan hari ini menunjukkan bukti bahwa pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan teknologi mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Asisten I juga mengajak dengan adanya laporan ini bukan sebagai akhir tetapi sebagai dasar untuk memperluas jangkauan intervensi, memperkuat kualitas layanan dan memastikan anak Papua Barat Daya memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan tanpa stunting. Diharapkan juga dengan adanya aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan digunakan di seluruh wilayah di Papua Barat Daya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Papua Barat Daya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Kepala Sekitar SMA Averos Sorong, para Kepala Puskesmas, para kader posyandu dan tamu undangan lainnya. (Diskominfo Kota Sorong).