Pelatihan Migran Aman dan Ekonomi Inklusif “Made in Indonesia” Digelar di Kota Sorong, Dukung Peningkatan Keterampilan Digital
EditorKamis, 24 April 2025 03:20:13 2 menit
Kota Sorong – Pelatihan Migran Aman dan Ekonomi Inklusif Indonesia (Made in Indonesia) dilaksanakan di Hotel Rylich, Kota Sorong, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu migrasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi digital. Selasa, (22/4/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong yang dalam hal ini di wakilkan oleh Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Telematika dan Persandian Dinas Kominfo Kota Sorong, Bapak James Burung, S.Sos. M.M serta Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Bapak Saiful Anam.
Dalam sambutannya, Kabid Aptelsan menyampaikan bahwa perkembangan komunikasi digital saat ini menjadi kunci dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Internet kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Dari komunikasi, belanja, hiburan hingga pekerjaan, semua terdampak oleh teknologi ini. Kita sedang berada di era web 4.0, dengan AI dan IoT sebagai peluang sekaligus tantangan yang harus kita sikapi dengan bijak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kota Sorong, sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan digital di Kawasan Timur Indonesia. Kota ini juga pernah dinobatkan oleh OpenSignal sebagai kota dengan kualitas jaringan video streaming terbaik di Indonesia, yang menunjukkan kapasitas digitalnya sejajar dengan kota-kota besar lainnya.
“Tahun ini, Pemerintah Kota Sorong akan membangun jaringan tulang punggung fiber optic sendiri untuk mendukung layanan pemerintahan dan publik. Ini adalah bagian dari langkah strategis menuju Kota Cerdas yang terintegrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Saiful Anam dari Dinas Tenaga Kerja menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara, khususnya ICT Watch, atas inisiatif pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan keterampilan digital di tengah pertumbuhan pengguna internet yang kini telah mencapai 66,5% dari total penduduk Indonesia.
“Workshop ini menjadi peluang emas bagi para peserta untuk memperoleh bekal keterampilan di bidang teknologi digital, yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang migrasi yang aman serta ekonomi inklusif, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan digital yang dapat menunjang kehidupan dan pengembangan karier mereka.
Acara dibuka secara simbolis dengan pemukulan tifa, sebagai bentuk kearifan lokal yang memperkuat semangat kolaboratif kegiatan ini. (Diskominfo Kota Sorong)