Momentum HUT ke-80 RI, 376 Warga Binaan Lapas IIB Kota Sorong Terima Remisi

Diskominfo Kota Sorong Minggu, 17 Agustus 2025 10:18:47 2 menit
pmkcaqD7quZangm8LEUpgN16PIq41QIMmiTRgSQa.jpg

KOTA SORONG - Indonesia di Lapangan Lanscape Kantor Wali Kota Sorong, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara pemberian remisi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Sorong. Minggu, (17/8/2025).

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Sorong didampingi Ny. E. Jemima, Lobat, SKM., MAP, Wakil Wali Kota Sorong disampingi Ny. Entin Suminar Karim, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M., Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Rudy R. Laku, S.Pi., MM., Ketua Pengadilan Negeri Sorong, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran pejabat Lapas Sorong.

Kepala Lapas Kelas IIB Sorong, Sukarna Trisna Atmaja, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah keseluruhan warga binaan saat ini sebanyak 534 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 376 orang memperoleh remisi, dengan rincian:
1. Remisi Umum: 356 orang,
2. Remisi Dasawarsa: 5 orang langsung bebas,
3. Remisi Umum Bebas: 15 orang.
Sementara itu, sebanyak 158 orang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi tahun ini.

Sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Gubernur Papua Barat Daya menegaskan bahwa pemberian remisi bukanlah hadiah, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.

“Remisi adalah penghargaan bagi mereka yang sungguh-sungguh menjalani pembinaan, sekaligus menjadi motivasi agar setelah kembali ke masyarakat dapat berperan sebagai pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan bertanggung jawab,” ucap Gubernur saat membacakan amanat Menteri.

Menteri juga menekankan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan, termasuk melalui program pendidikan, keterampilan, keagamaan, serta kemandirian ekonomi berbasis pertanian, perikanan, dan agribisnis yang dilaksanakan di berbagai Lapas di Indonesia.

Sebagai penutup, warga binaan Lapas Kelas IIB Sorong menampilkan tarian kreasi daerah yang disambut meriah oleh seluruh tamu undangan. Penampilan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kreativitas, sekaligus bukti nyata bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya membentuk kedisiplinan, tetapi juga mengembangkan potensi dan bakat seni warga binaan. (Diskominfo Kota Sorong)
 

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;