DEKRANASDA KOTA SORONG GELAR LATIHAN PENGOLAHAN KUE SAGU DORONG PERTUMBUHAN UMKM LOKAL
Diskominfo Kota SorongRabu, 10 Juni 2026 11:49:07 2 menit
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong menggelar kegiatan Pengembangan dan Pelatihan Pengolahan Kue Sagu bagi pelaku usaha industri kecil sebagai upaya meningkatkan keterampilan, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Hotel Rylich Panorama Sorong terhitung pada hari ini tanggal 9–13 Juni 2026 dan diikuti oleh 60 peserta. (Selasa, 9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., M.P.A., Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, S.K.M., para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha dan masyarakat Kota Sorong. Ia menjelaskan bahwa sagu merupakan salah satu kekayaan alam Papua yang memiliki nilai historis, budaya, dan ekonomi yang tinggi. Selain menjadi makanan pokok masyarakat Papua, sagu juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang inovatif dan bernilai jual. "Dekranasda Kota Sorong berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM lokal agar semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Karena itu, para peserta diharapkan mengikuti seluruh materi pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan bahwa pelatihan pengolahan sagu merupakan langkah penting dalam melestarikan sekaligus mengembangkan pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Papua. Menurutnya, selain diolah menjadi berbagai jenis kue, sagu juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan lainnya, termasuk sagu bungkus yang menggunakan daun kedi sebagai pembungkus tradisional. "Sagu dan keladi merupakan pangan lokal yang sejak dahulu menjadi makanan masyarakat. Saya berharap bahan-bahan lokal ini dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," kata Wali Kota. Ia juga mendorong Dekranasda untuk membantu menampung dan mempromosikan hasil produksi para pelaku usaha. Pemerintah Kota Sorong, lanjutnya, siap menjembatani akses pemasaran agar produk-produk berbahan dasar sagu dapat dipasarkan tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Sorong dan Dekranasda berharap lahir berbagai inovasi produk olahan sagu yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal Papua.