Coffee Morning dan Tatap Muka Perdana Bersama Insan Pers, WAWALI KOTA SORONG SAMPAIKAN CAPAIAN 97 HARI KERJA DAN PERKUAT HUBUNGAN DENGAN PERS
EditorRabu, 28 Mei 2025 12:01:00 3 menit
Kota Sorong - Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, A.Md, menghadiri kegiatan Coffee Morning dan tatap Muka Perdana bersama Insan Pers, yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong di Pantai Kasarea, kelurahan Suprau, Distrik Maladu Mes, Rabu (28/5/2025), siang.
Dalam arahannya, Wawali mengungkapkan capaian kerja Losari (Lobat Anshar Karim) selama 97 hari menjabat, diantaranya, peluncuran program pendidikan gratis, penanganan kebersihan kota, dan pengendalian banjir.
“Masalah kebersihan yang selama ini jadi keluhan, sekarang mulai terlihat perubahan. Setiap hari, Dinas Cipta Karya dan Bina Marga mengeruk sedimen di saluran-saluran,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Sorong juga melakukan studi banding ke Surabaya. “PAD Kota Surabaya mencapai sekitar Rp7 triliun, jauh dibandingkan kita. Tapi dari sana kita belajar untuk meningkatkan potensi PAD di Kota Sorong,” tambah Wawali Kota Sorong.
Ia juga telah membawa langsung dokumen pengendalian banjir ke kementerian di Jakarta. “Saya sudah bertemu anggota DPR RI dan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Infrastruktur. Ini agar ke depan ada lebih banyak perhatian untuk Kota Sorong,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, Wawali merespons sejumlah masukan dari wartawan. Terkait permintaan pengawasan pungutan liar di sekolah, Wawali menegaskan, program sekolah gratis baru berlaku mulai tahun ajaran 2025/2026.
“Nantinya, semua biaya seperti pendaftaran, buku, seragam, SPP, dan uang ujian akan digratiskan, kecuali untuk sekolah elit seperti Golden Gate dan Shine Primary School dan lainnya. Program ini berlaku untuk semua, baik negeri maupun swasta, OAP dan non-OAP,” tegasnya.
Terkait informasi kegiatan pemerintah, menurutnya Dinas Kominfo telah aktif menyampaikan info melalui media sosial dan grup WhatsApp. Sementara untuk hari besar keagamaan, Wawali berjanji akan lebih memperhatikan kebutuhan awak media.
Soal akses toilet, ia mengaku akan meminta Bagian Umum untuk membuka akses tersebut di luar jam kerja. “Masa toilet saja dikunci, nanti saya sampaikan,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan soal wisuda di sekolah, ia mengaku belum mendapat laporan. Sedangkan terkait permintaan ruang ibadah di Kantor Wali Kota, Wawali memastikan mushola sudah tersedia.
Dirinya mengimbau agar OPD tidak mempersulit akses wartawan saat ingin mencari informasi. “Jabatan itu sementara. Jangan pilih-pilih media. Kita harus membina hubungan baik,” tutupnya.
Sementara itu, di akhir sesi tanya jawab, Sekretaris Dinas kominfo Kota Sorong, Dra. Martha Karsau selaku moderator menyimpulkan, Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kominfo berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi terbuka dengan media, demi mendukung keterbukaan informasi publik.
“Pemerintah dan pers diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi, dan sinergi ini diharapkan terus terjaga. Tanpa media, masyarakat tidak akan tahu apa yang kami kerjakan. Kami butuh pers, dan pers juga butuh kami," tandasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian door prize, pose bersama dan santap siang bersama. (Diskominfo Kota Sorong)