Audiensi Pemerintah Kota Sorong Bersama BPJS Kesehatan Cabang Sorong
EditorSelasa, 6 Mei 2025 14:27:00 2 menit
Kota Sorong - Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, A.Md., didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian, dan Pembangunan Setda Kota Sorong, H. Thamrin Tajuddin, S.T., M.M., hadir dalam Audiens Pemerintah Kota Sorong Bersama BPJS Kesehatan Cabang Sorong. Ruang Kerja Wakil Wali Kota Sorong. Selasa, (6/5/2025).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, meminta kesediaan Wakil Wali Kota Sorong untuk hadir dalam acara Forum Komunikasi yang akan dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2025.
Forum ini bertujuan untuk membahas progres Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Sorong, dengan fokus utama pada validasi data peserta dan optimalisasi layanan kesehatan. Dalam forum tersebut, BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa layanan di beberapa Puskesmas masih belum memadai, terutama pada peralatan pemeriksaan gigi yang sudah tidak layak pakai. Akibatnya, pasien harus dirujuk ke rumah sakit, yang menyebabkan penumpukan antrean dan waktu pemeriksaan menjadi tidak efisien. Kondisi ini juga memengaruhi kinerja dokter dan perawat di Puskesmas yang tidak dapat memberikan layanan maksimal akibat keterbatasan sarana.
Selain itu, Rumah Sakit juga membutuhkan tenaga IT. Sejak terjadinya permasalahan sistem teknologi informasi pada tahun 2024 yang hingga kini belum terselesaikan, rumah sakit membutuhkan dukungan sumber daya manusia di bidang IT untuk menangani urusan teknis.
Kepala Dinas Kesehatan, Hermanus Kalasuat, menanggapi dengan menyampaikan bahwa kekosongan obat harus segera dikoordinasikan, agar pasien tetap bisa menebus obat di apotek rumah sakit terkait. Ia juga menambahkan bahwa peralatan pemeriksaan gigi yang rusak sedang diupayakan untuk diperbarui, dan kebutuhan tenaga IT akan segera ditindaklanjuti serta dibahas lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum, Lodwig C.A. Malaseme, SH, menggarisbawahi pentingnya pembahasan mendalam terkait insentif tenaga kesehatan, kekurangan obat, serta keterbatasan ruangan di rumah sakit. Ia juga menyoroti banyaknya peralatan yang terbengkalai di RSUD Sele Be Solu, padahal pengadaan alat baru terus dilakukan. Ia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap alat-alat lama, guna memastikan apakah masih layak digunakan, agar anggaran tidak hanya terfokus pada pengadaan baru. Menanggapi berbagai persoalan tersebut.
Wakil Wali Kota Sorong juga menanggapi dan menegaskan bahwa yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah kinerja kerja dan kedisiplinan tenaga kesehatan. Ia menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan melalui pertemuan bersama seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, dan Para Dokter/Tenaga Kesehatan, dengan agenda khusus untuk membahas kedisiplinan jam kerja dan peningkatan kinerja pelayanan kesehatan di Kota Sorong. (Dinas Kominfo Kota Sorong).