Audiensi Pemerintah Kota Sorong Bersama Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Melanesian Gold
EditorSenin, 5 Mei 2025 14:20:00 2 menit
Kota Sorong — Pemerintah Kota Sorong menerima audiensi dari Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Malanesian Gold di Ruang Kerja Asisten III Kantor Wali Kota Sorong. Pertemuan ini dipimpin oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Hanok J. Talla, S.Sos di dampingi Kabag Kesra Yowel O. Gefelem, ST. Senin (5/5/2025).
Dalam audiensi tersebut, perwakilan BPD menyampaikan bahwa saat ini Gereja Bethel Malanesian Gold telah mengantongi Surat Keterangan Terdaftar Lembaga (SKTL) dari Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat Daya. Saat ini pihaknya sedang dalam proses memenuhi persyaratan administratif untuk mendapatkan SKTL nasional dari Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, panitia menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Gereja Bethel Malanesian Gold tingkat nasional, yang akan digelar di Kota Sorong pada 29 Oktober 2025. Kegiatan ini akan menjadi momentum penting bagi gereja tersebut, karena akan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Gereja Malanesian Gold.
“Kami datang ke Pemerintah Kota Sorong untuk memperkenalkan keberadaan gereja kami sekaligus menyampaikan bahwa kami akan mengadakan konferensi tingkat tinggi secara nasional di Sorong,” ujar perwakilan panitia.
Dalam arahannya, Hanok J. Talla menyampaikan apresiasi atas peran aktif gereja dalam membangun karakter, moral, dan spiritualitas umat di tengah masyarakat, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu terbuka dalam mendukung kegiatan keagamaan lintas denominasi.
“Pemerintah Kota Sorong menyambut baik kemitraan strategis antara gereja dan pemerintah. Kami percaya bahwa kolaborasi yang baik akan memberi dampak positif bagi pembangunan manusia seutuhnya di Kota Sorong,” ujar Hanok.
Menanggapi hal tersebut, Asisten III Hanok J. Talla menyampaikan apresiasi atas rencana kegiatan yang telah dipaparkan. Namun, ia juga menegaskan bahwa proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan pemerintah daerah harus mengikuti mekanisme yang berlaku.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan penyampaian proposal dari panitia. Namun perlu kami sampaikan, bahwa dalam sistem pemerintahan ada mekanisme perencanaan dan penganggaran yang harus diikuti. Tidak bisa program dirancang hari ini lalu langsung dieksekusi besok. Harus di ingat perencanaan itu tidak berlangsung pada tahun yang bersangkutan, dia berlaku pada tahun sebelumnya untuk kemudian dilaksanakan pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pemerintah Kota Sorong berharap komunikasi yang telah terbangun ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka memperkuat harmoni sosial dan kehidupan beragama yang rukun dan toleran. (Diskominfo Kota Sorong)