Audiensi dengan Panitia PEMKOT SORONG DUKUNG PELATIHAN SDM OAP

Editor Rabu, 7 Mei 2025 11:25:00 3 menit
KQ54bpju01k5MiQmjc6vkW9LpfcziULHprcR2kEL.jpg

Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong menyatakan dukungannya terhadap rencana Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Orang Asli Papua (OAP), yang akan diselenggarakan Panitia Pelatihan SDM OAP Provinsi Papua Barat Daya pada tanggal 26 bulan Juni 2025 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., saat beraudiensi dengan Panitia Pelatihan SDM OAP Provinsi Papua Barat Daya, di Ruang Pertemuan Wakil Wali Kota, Rabu (7/5/2025) siang.

Audiensi tersebut diawali Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jeremias Gembenop, S.Sos., M.H, yang menyampaikan bahwa Pemkot Sorong sangat terbuka terhadap inisiatif yang bertujuan mendorong kemajuan OAP, khususnya dalam dunia kerja.

“Kita harus duduk bersama untuk melihat langkah nyata yang dapat diambil, demi membantu kemajuan orang asli  papua di Kota Sorong,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Jolvin Kareth, menjelaskan, pelatihan akan difokuskan pada teknik wawancara dan penulisan, sebagai bekal utama untuk meningkatkan daya saing OAP di dunia kerja.

“Kami melatih anak-anak Papua agar siap kerja. Rencananya akan dilaksanakan di Kota Sorong tanggal 26 Juni 2025, dan kami harap pemerintah hadir untuk membuka kegiatan tersebut,” ujarnya.

Jolvin juga menyampaikan, hingga saat ini, animo pendaftar pelatihan telah mendekati angka 700 orang, yang mana sebagian besarnya adalah anak-anak Papua yang belum memiliki pekerjaan.

“Kami melihat tingginya angka pengangguran, dan kegiatan ini menjadi salah satu jawaban untuk mengurangi angka itu,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Romeo Siaru, menegaskan pentingnya pelatihan tersebut dalam membangun kepercayaan diri anak-anak Papua saat memasuki dunia kerja.

“Kami ingin anak-anak Papua punya daya saing dan tidak minder. Animo mereka luar biasa,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Bendahara Panitia, Yonece Demetouw, menuturkan, pihaknya telah berupaya maksimal dan kini membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pembiayaan narasumber dari Jayapura.

“Kami ingin pelatihan ini benar-benar memberi dampak. Kami sudah mulai dari hal kecil seperti hidroponik, tapi butuh dukungan pemerintah untuk skala lebih besar,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati Marasabessy, mengapresiasi inisiatif tersebut, dan menyarankan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) sebagai langkah strategis.

“Kalau bisa berkolaborasi dengan BLKI, itu lebih efisien. Tapi karena acaranya sudah dekat, semua tinggal menunggu dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Arby William Mamangsa, memberikan masukan agar pelatihan juga menyasar anak usia sekolah.

“Kami di Dinas Pendidikan sudah mengarahkan anak-anak ke SMK yang siap kerja. Kami dukung kegiatan ini, tapi harapannya bisa menyentuh anak-anak usia sekolah juga,” katanya.

Di waktu terpisah, Wakil Wali Kota Sorong menyampaikan, Pemerintah Kota Sorong sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Cari kerja tidak cukup hanya dengan modal ijazah saja, tapi harus ada keterampilan atau keahlian khusus. Ini momen tepat karena anak-anak baru selesai ujian. Kami dukung penuh kegiatan adik-adik ini,” ucapnya.

Audiensi diakhiri dengan penyerahan proposal kegiatan dari Panitia Pelatihan SDM OAP kepada Wakil Wali Kota Sorong, dan sesi foto bersama sebagai simbol dukungan bersama untuk pengembangan SDM Orang Asli Papua di Kota Sorong. (Diskominfo Kota Sorong)
 

Bagikan ke sosial media: WhatsApp Facebook
;